razia masker, warga tidak memakai masker melafalkan pancasila

Tim Babinsa dan Bhabinkamtibmas kec. Eromoko mengadakan razia masker yang bertempat di pasar eromoko. Dimana pasar eromoko ini dipandang masih ada beberapa warga eromoko yang tidak menggunakan masker. Padahal pasar adalah tempat bertemunya warga dari berbagai daerah dan tentunya tidak diketahui dari mana saja mereka berasal.

 

Penggunaan masker ini memang berpengaruh sangat besar terhadap penularan covid-19, dijelaskan oleh kepala Puskesmas 1 Dr.H. Iwan Iskandar MM pada sosialisasi JKN-KIS bahwa “apabila 2 ada orang yang satu sakit dan yang satu sehat, keduanya tidak memakai masker maka penularan diatas 70-%, jika yang sakit menggunakan masker dan yang sehat tidak memakai masker maka disitu tingkat penularan virus adalah 30%. Apabila semua menggunakan masker maka tingkat penularan virus adalah dibawah 10%.

 

Tim razia akan langsung menegur masyarakat yang didapati tidak memakai masker agar memakai masker. Ditegaskan bahwa masker harus dipakai saat bepergian keluar rumah, hindari kerumunan, selalu menjaga jarak, kurangi aktifitas yang tidak penting dan selalu mencuci tangan. Penegasan ini disebutkan pada pasal 17 ayat 1. Bunyi pasal ini adalah setiap orang yang tidak melaksanakan kewajiban protokol kesehatan atau tidak menjaga jarak di tempat yang diwajibkan untuk menjaga jarak minimal satu meter, dikenakan denda administrasi sebesar Rp250 ribu.

Dalam razia ini ditemukan beberapa remaja tidak memakai dan membawa masker, maka tim razia memberi sanksi untuk lafalkan pancasila ditempat. Tentu menjadi efek jera terhadap masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Babinsa dan Bhabinkamtibmas kec. Eromoko berharap dirazia-razia berikutnya tidak lagi ditemukan masyarakat Eromoko yang tidak memakai masker saat bepergian.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Komentar