Warga Peduli HIV Aids

Eromoko – Kemarin selasa (2/04) dibalai desa Puloharjo bersama kepala puskesmas Eromoko I dr. Iwan Iskandar dalam acara pembinaan dan orientasi warga peduli HIV Aids. Menerangkan bahwa wonogiri sudah mencapai zona kuning, bahwa penyakit HIV Aids sendiri merupakan penyakit yang sulit disembuhkan.

Bagi yang terjangkit cukup lama untuk bisa diketahui. (Human immunodeficiency virusHIV ) adalah virus yang dapat menyebabkan penyakit AIDS, Virus ini menyerang manusia dan menyerang sistem kekebalan (imunitas) tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dalam melawan infeksi. Tanpa pengobatan, seorang dengan HIV bisa bertahan hidup selama 9-11 tahun setelah terinfeksi, tergantung tipenya.

sambutan dari Sekcam (Dok : Jpp)

HIV hanya dapat ditularkan melalui:

  • Seks tanpa pengaman (seks tanpa kondom)
  • Pemakaian bersama jarum dan peralatan lain untuk menyuntik obat.
  • Tindik atau tattoo yang tidak steril.
  • Ibu dan anak selama masa kehamilan, persalinan dan menyusui.
  • Transfusi darah dan atau produk darah di beberapa negara lain. Di Australia, transfusi darah dan produk darah termasuk aman.

HIV tidak dapat ditularkan melalui:

  • Batuk
  • Bersin
  • Meludah
  • Berciuman
  • Menangis (air mata)
  • Alat-alat makan dan piring
  • Seprei dan sarung bantal
  • Toilet dan kamar mandi
  • Melalui kontak sosial biasa.
  • Serangga, seperti nyamuk misalnya.

Pengalaman tahun lalu disalah satu agen bus di Wonogiri setelah diadakan test ternyata salah satu crew dari agen bus tersebut terjangkit HIV Aids, dari pihak agen langsung memberhentikan crew tersebut dari pekerjaan. Tentu salah apabila orang terjangkit HIV Aids dikucilkan, malah seharusnya ada pendekatan dan selalu konsultasi kepada dokter. Dikhawatirkan apabila dikucilkan lalu yang terjangkit putus asa malah ada niatan untuk ditularkan kepada orang lain. “Ujar Dr. Iwan Iskandar”.

Dalam pertemuan tersebut juga membahas WPA (warga peduli Aids) yang sudah dibentuk pada tahun kemarin, dan selanjutnya akan difungsikan dengan optimal, melalui WPA ini sosialisasi kepada masyarakat akan lebih merata dan petugas puskesmas akan siap apabila dihadirkan untuk mejelaskan lebih detail mengenai virus HIV Aids.

peserta WPA (Dok : Um)
Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Komentar